Konstanta PHP

konstanta php

Belajar Konstanta PHP

Ringkasan: dalam tutorial ini, Anda akan belajar tentang Konstanta PHP dan cara menggunakan fungsi define() dan kata kunci const untuk mendefinisikan konstanta.

Pengenalan Konstanta PHP

Konstanta PHP hanyalah sebuah nama yang memiliki nilai tunggal. Sesuai dengan namanya, nilai konstanta tidak dapat diubah selama eksekusi skrip PHP.

Untuk mendefinisikan konstanta PHP, Anda menggunakan fungsi define(). Fungsi define() ini mengambil nama konstanta sebagai argumen pertama dan nilai konstanta sebagai argumen kedua. Misalnya:

<?php 

define('WIDTH','1140px');
echo WIDTH;

Berdasarkan konversi, nama konstanta menggunakan huruf besar. Berbeda dengan Variabel, nama konstanta tidak diawali dengan tanda dolar ( $ ).

Secara default, nama konstanta peka dengan huruf besar-kecil. Artinya WIDTH dan width merupakan konstanta yang berbeda.

Dimungkinkan untuk mendefinisikan konstanta yang tidak peka huruf besar-kecil. Namun ini sudah tidak digunakan lagi sejak PHP 7.3

Di PHP 5, sebuah konstanta dapat menampung nilai sederhana seperti angka, string, nilai boolean. Mulai PHP 7.0 sebuah konstanta dapat menampung array. Misalnya:

<?php

define( 'ORIGIN', [0, 0] );

Seperti variabel superglobal, Anda dapat mengakses konstanta dari mana saja di skrip.

Kata kunci const

PHP memberi Anda cara lain untuk mendefinisikan konstanta melalui kata kunci const. Berikut ini sintaksnya:

const CONSTANT_NAME = value;

Dalam sintaks ini, Anda menentukan nama konstanta setelah kata kunci const. Untuk menetapkan nilai ke suatu konstanta, Anda dapat menggunakan operator penugasan ( = ) dan nilai konstanta. Nilai konstanta dapat berubah skalar, misalnya angka, string, atau array.

Contoh berikut menggunakan kata kunci const untuk mendefinisikan konstanta SALES_TAX :

<?php

const SALES_TAX = 0.085;

$gross_price = 100;

$net_price = $gross_price * (1 + SALES_TAX);

echo $net_price; // 108.5

Contoh berikut menggunakan kata kunci const untuk mendefinisikan konstanta RGB yang menampung array:

<?php

const RGB = ['red', 'green', 'blue'];

define() vs const

Pertama, define() merupakan fungsi sedangkan const merupakan kontruksi bahasa.

Artinya fungsi define() mendefinisikan konstanta pada saat run-time, sedangkan kata kunci const mendefinisikan kosntanta pada waktu kompilasi.

Dengan kata lain, Anda dapat menggunakan fungsi define() tersebut untuk mendefinisikan konstanta secara kondisional seperti ini:

<?php

if(condition) 
{
    define('WIDTH', '1140px');
}

Namun, Anda tidak dapat menggunakan kata kunci const untuk mendefinisikan konstanta dengan cara ini. Misalnya sintaks kode berikut ini tidak valid:

<?php 

if(condition) 
{
   const WIDTH = '1140px';
}

Kedua, fungsi define() memungkinkan Anda mendefinisikan konstanta dengan nama yang berasal dari ekspresi. Misalnya, berikut ini mendefinisikan tidak konstanta OPTION_1, OPTION_2, dan OPTION_3 dengan nilai 1, 2, dan 3.

<?php

define('PREFIX', 'OPTION');


define(PREFIX . '_1', 1);
define(PREFIX . '_2', 2);
define(PREFIX . '_3', 3);

Namun, Anda tidak dapat menggunakan kata kunci const untuk menentukan nama konstanta yang berasal dari ekspresi.

Kecuali jika Anda ingin mendefinisikan konstanta kondisional atau menggunakan ekspresi, Anda dapat menggunakan kata kunci const untuk mendefinisikan konstanta agar kodenya lebih jelas.

Perhatikan bahwa Anda dapat menggunakan kata kunci const untuk mendefinisikan konstanta di dalam kelas.

Ringkasan

  • Konstanta adalah nama yang memiliki nilai sederhana yang tidak dapat diubah selama eksekusi skrip. Dari PHP 7, sebuah konstanta dapat menggunakan array.
  • Konstanta dapat diakses dari mana saja dalam skrip.
  • Gunakan fungsi define() atau kata kunci const untuk mendefinisikan konstanta.
  • Gunakan fungsi define() jika Anda ingin mendefinisikan konstanta kondisional atau menggunakan ekspresi.

Itulah tadi tutorial cara menggunakan Konstanta PHP, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi Anda semua. Jangan Lupa untuk mengunjunyi YouTube Kami dan bisa bantu Subscribe ya.


Sebelumnya
Variabel PHP

Apakah menurut Anda tutorial ini bermanfaat?
YaTidak
Show 2 Comments

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *